Prosedur Mengurus Perizinan Usaha

Dengan tingginya tingkat persaingan dalam mencari pekerjaan. Memilih untuk membuat badan usaha sendiri memang menjadi pilihan yang sangat tepet. Selain untuk meningkatkan perekonomian secara pribadi, mendirikan badan usaha dapat membuka lapangan pekerjaan semakin banyak. Namun kadang yang menjadi kendala adalah rumitnya mengurus Perizinan Usaha. Hal tersebut kerap menjadi momok tersendiri bagi para pengusaha. Tapi sebenarnya tidak terlalu rumit untuk mengurus izin untuk badan usaha. Sebagai contoh untuk mendirikan PT. berikut ini adalah hal yang harus dipersiapkan saat mengurus izin PT.

  1. Nama Perusahaan beserta opsi cadangan
  2. Penjelasan tentang bidang usaha yang berjalan
  3. Domisili badan usaha
  4. Nama pemegang saham dan FC KTP
  5. Struktur pemegang saham
  6. Modal Perusahaan (minimal Rp 51.000.000)
  7. Modal Disetor (minimal Rp 51.000.000)
  8. Struktur Direksi dan Komisaris
  9. FC KTP direktur dan komisaris
  10. NPWP
  11. Photo 3×4 sebanyak 4 lembar

Jika semua hal tersebut sudah dipenuhi, maka hal yang harus dilakukan adalah mendatangi notaris untuk mengurus Perizinan Usaha. Namun jika mengalami kesusahan atau tidak memiliki waktu, para pendiri PT  dapat menggunakan Jasa Pembuatan PT untuk mempermudah jalannya mengurus izin. Dengan menggunakan jasa tersebut, para pendiri hanya perlu menyediakan pesyaratan yang menjadi dasar pembuatan PT.  dan dalam waktu kurang dari 30 hari kerja, akta atas nama PT sudah dapat digunakan dan berbadan hukum.

Sama halnya dengan pembuatan CV. Untuk mendirikan sebuah CV, para pendiri bisa menggunakan Jasa Pembuatan CV. Hal ini akan semakin mudah untuk mengurus Perizinan Usaha. Namun perlu diketahui bahwa CV belum memiliki badan hukum yang diatur hingga sekarang. Berbicara tentang harga pembuatan CV memang lebih murah dari pada pembuatan PT. kisaran Rp 4.000.000 hingga Rp 6.000.000 saja. Dengan menggunakan jasa akan sangat menguntungkan. Karena waktu untuk mengurus izin memang cukup lama. Selain itu dengan menggunakan jasa tersebut para pendiri dapat berkonsultasi tentang usaha yang akan didirikan. Dengan begitu prosedur yang rumit tidak akan dirasakan oleh para pemiliki badan usaha.